Proses Tanam & Perawatan Rambutan yang Baik Dari Pembibitan Hingga Panen

Posted on
SEKILAS RAMBUTAN 
Tanaman rambutan (Nephelium lappaceum L.) Rambutan atau buluan merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan  famili Sapindacaeae. 
tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit adalah tanaman asli Indonesia.
Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis. 
https://images.app.goo.gl/tKiEVaKWAgPSkksq8
Rambutan atau buluan (Nephelium lappaceum) sudah dikenal orang di seluruh lndonesia. Jenis-nya banyak, ada yang masuk golongan rambutan aceh daging buahnya “ngelotok” terlepas dari bijinya. Dan ada pula masuk golongan rambutan manis yang dagingnya sukar ngelupas dari bijinya. 
Jenis-jenis terkenal antara lain ialah : rambutan simacan, rambutan lebak bulus, rambutan sinyonya, rambutan silengkeng, rambutan aceh rapiah dan rambutan binjai.
SYARAT PERTUMBUHAN
  1. Tanaman rambutan dibudidayakan di daerah yang memiliki tingkat curah hujan yang tinggi.
  2. Rambutan dapat tumbuh di daerah basah pada tanah yang gembur, tidak tahan air tanah yang tergenang, oleh karena itu drainase harus baik
  3. Tumbuh dari dataran rendah sampai 300 m di atas permukaan laut.
  4. Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1.500-2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun.
  5. Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.
  6. Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25 derajat C yang diukur pada siang hari.
  7. Kelembaban udara yang dikehendaki cenderung rendah.
BUDIDAYA PERSIAPAN LAHAN
  1. Pilihlah tanah yang subur, hindari daerah yang berkondisi tanahnya terlampau liat dan tanahnya subur
  2. Dibuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam, kemudian untuk menggemburkan tanah perlu dibajak atau cukup dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata.
  3. Tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak/dicangkul.
  4. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 meter dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar.
  5. Tanah yang kurus dan kurang humus atau tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan.
  6. Tanah yang sudah digembur, dibuatkan bedeng- bedengan yang berukuran 8 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan luas pekarangan atau persawahan. Idealnya panjang bedengan sekitar 10 m.
  7. Untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang.
Persiapan Benih dan Pembibitan
  1. Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen antara lain: Rambutan Rapiah, Rambutan Aceh, Lebak bulus, Rambutan Cimacan, Rambutan, Rambutan Sinyonya.
  2. Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2hari).
  3. Biji diangin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siap disemaikan.
  4. Disamping itu dapat pula direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) 25% atau Asam Sulfat (H2S04) BJ = 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang dengan air yang mengalir selama 10 menit dan dianginkan selama 24 jam.
  5. Penyemaian Benih dilakukan dengan cara mencangkul tanah sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput- rumput, batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya.
  6. Kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan buatkan bedang-bedeng yang berukuran 1-1,5 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm.
  7. Untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang dan benih siap disemaikan.
  8. Selain dengan melalui proses pengecambahan juga biji dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedeng yang sudah disiapkan.
  9. Untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedengbedeng yang berjarak 10 X 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan dan sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman.
Pemindahan Bibit
  1. Bibit yang telah berkecambah atau di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil/membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati- hati jangan sampai akar menjadi rusak.
  2. Dilakukan penyungkilan sekitar 5 cm dan agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dapat dipotong sedikit untuk menjaga penguapan.
  3. Bibit ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 30- 40 cm dan ditutupi dengan atap yang dipasang.
Penanaman
Penentuan Pola Tanaman :
  1. Penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 10 x 10 cm.
  2. Setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 3 helai maka bibit dapat dipindahkan pada bedeng ke dua dengan jarak 1-14 meter.
Pembuatan Lubang Tanaman
  1. Lubang dibuat dengan ukuran 1 x 1 x 0,5 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 3-4 pekan sebelumnya.
  2. Sebaiknya jarak antar lubang sekitar 12-14 m.
  3. Pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan yang nantinya dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman.
Cara Penanaman
  1. Setelah berlangsung selama 2 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti sedia kala dan tanah yang bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang
  2. Setelah kira-kira 4 pekan dan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru rambutan ditanam dan tidak perlu terlalu dalam secukupnya maksudnya batas antara akar dan batang rambutan diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya
Pemeliharaan
  1. Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1-2 m sekeliling tanaman rambutan.
  2. Agar supaya tanaman rambutan mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan peempelan/ pemangkasan pada ujung cabang- cabangnya.
  3. Pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir dengan harapan muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dan hasil berikutnya dapat meningkat.
  4. Pemupukan dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah. Pupuk diberikan pada tahun ke 2 setelah penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 30 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 germ ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon/dengan jalan menggali disekeliling pohon sedalam 30 cm selebar antara 40-50 cm.
  5. Tahun berikutnya dosis pemupukan perlu ditambah dengan komposisi 50 kg pupuk kandang, 60 kg TSP, 150 gr Urea dan 250 gr ZK dengan cara pemupukan yang sama.
  6. Pengairan dan Penyiraman dilakukan selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan/okulasi ditanam.
  7. Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari.
  8. Apabila tanaman rambutan telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukan saja.
PANEN DAN PASCAPANEN
  1. Cara pemanenan yg terbaik adalah dipetik beserta tungkalnya yg sudah matang (hanya yg sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak.
  2. Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah rambutan harus diikat secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon.
  3. Penyortiran buah rambutan yang bagus agar harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya.
  4. Rambutan yang sudah disortir, dibuat dalam bentuk 1 ikatan diusahakan sama besar dan sama baik mutunya.
  5. Apabila akan dijual tidak jauh dari lokasi maka cukup diikat dan kemudian dimasukkan di dalam karung atau keranjang dan di angkut dengan kendaraan.
  6. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh (antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan rambutan. Caranya di pak dengan menggunakan peti.
  7. Untuk penyimpanan dapat dilakukan dengan mengawetkan buah rambutan. Biasanya dilakukandengan jalan dibuat asinan/manisan dan dimasukkan dalam kaleng/botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *