Proses dan Cara Budidaya Buncis Yang Baik dan Benar | hasil melimpah

Posted on
SEKILAS BUNCIS
Buncis (Phaseolus vulgaris L) merupakan sayuran  buah yang termasuk famili Legumi-nosae. Buncis bukanlah tanaman asli Indonesia, tetapi berasal dari Amerika dan didoestikasi di Meksiko, Peru dan Kolombia. 

Buncis termasuk tanaman semusim yang memanjat, melilit atau merumpun, seddikit berbulu memiliki akar tunggang dan akar lateral yang tumbuh baik. Buncis dimanfaatkan sebagai kacang- kacangan dan sebagai sayuran hijau yang dikonsumsi dalam bentuk segar atau sebagai lalapan atau hasil olahannya.
Tanaman buncis dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe merambat (bersifat     indeterminate) dan tipe tegak (berbentuk semak dan bersifat determinate).

SYARAT PERTUMBUHAN
  1. Tanaman buncis cocok dibudidayakan dan berproduksi baik pada dataran medium maupun dataran tinggi.
  2. Tanaman buncis tegak dapat tumbuh optimum pada suhu 20-250C di ketinggian 300-600 m dpl, dengan pH tanah 5,8-6.
  3. Sedangkan buncis rambat tumbuh baik pada daerah bersuhu dingin dengan ketinggian1000-1500 m dpl.
  4. Buncis memerlukan curah hujan antara 1.500-2.500 mm/tahun serta cahaya matahari yang cukup yakni sekitar 400-800 feetcandles.
  5. Suhu ideal untuk pertumbuhannya antara 20o-25o C.
  6. Buncis peka terhadap kekeringan dan genangan air, sehingga sebaiknya ditanam pada daerah dengan irigasi dan drainase yang baik.
  7. Buncis sangat cocok tumbuh di tanah lempung ringan dengan drainasi yang baik.
BUDIDAYA
Pembibitan dan penyiapan benih
  1. Benih yang baik mempunyai daya tumbuh diatas 80%, bentuknya utuh, bernas, warna mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada mata bijinya.
  2. Benih dengan daya tumbuh tinggi, dapat disimpan dalam waktu lama, tumbuhnya cepat dan merata, tahan dari serangan hama/penyakit.
  3. Mengingat sulitnya memilih benih yang baik, disarankan untuk membeli benih bersertifikat, sehingga kualitasnya dapat dijamin.
  4. Untuk menyimpan kelebihan benih, simpanlah di tempat yang memiliki suhu 18o-20o C dengan kelembaban antara 50-60 %.
Penyiapan Lahan
  1. Pengolahan tanah dilakukan kurang lebih satu minggu sebelum tanam.
  2. Lahan dapt dipersiapkan dengan cara dibersihkan secara manual, yaitu mencabut gulma dengan tangan, cangkul. Secara kimia yaitu dengan menggunakan herbisida.
  3. Setelah bersih, tanah dicangkul 1-2 kali sedalam 20-30 cm
  4. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 120-150 cm dan panjang disuaikan dengan kondisi lahan, ketinggian bedengan 30 cm dan antara bedengan dibuat parit selebar 50 cm.
  5. Tanah di Indonesia pada umumnya bersifat asam (pH <7). Oleh karena itu perlu pengapuran untuk menaikan pH, menggunakan batu kapur kadolomite, kalsit, gips, atau batu kapur talk, dengan dosis 480 kg/ha.
  6. Pengapuran dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman. Caranya dengan mencangkul/menggemburkan tanah, kemudian menyebarkan kapur secara merata, dan mencangkul kembali tanah agar bercampur dengan kapur secara merata.
Penanaman
1. Waktu tanam, 
Produksi dapat berkurang jika pada saat pembungaan terjadi hujan, karena bunga akan berguguran, sehingga sebaiknya waktu tanam ditentukan dengan mempertimbangkan hal tersebut, selainjuga pemilihan varietas yang tepat.
2. Jarak tanam dan populasi tanaman
 Jarak tanam hendaknya mempertimbangkan produksi yang akan dicapai, kemudahan pemeliharaan dan kemudahan saat panen. Jarak tanam untuk buncis tegak 30×40 cm, sedangkan untuk buncis rambat 70 x 40 cm.
3. Cara penanaman
Kedalaman tanam berkisar 3-8 cm, dengan cara ditugal dan setiap lubang tanam diisi dua biji.
Pemupukan
Tingkatkan kesuburan tanah dapat ditingkatkan dengan. Pemberian pupuk. Pupuk yang dapat digunakan diantaranya:
  1. Pemupukan dilakaukan pada umur 20 hari setelah tanam
  2. Pemberikan pupuk kandang/kompos sebanyak 15-20 kg/10 m2
  3. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang kuda atau ayam 15 ton/ha, TSP 250 kg /ha dan KCl 250 kg /ha sebagai pupuk dasar.
  4. Pemberian pupuk kandang dilakukan dengan cara disebar dan diratakan bersamaan dengan pengolahan tanah.
  5. Pemberian pupuk susulan dilakukan dengan cara meletakkan pupuk dalam tanah yang telah ditugal sedalam 10 cm dan sekitar 10 cm dari tanaman.
  6. Setelah pupuk dimasukkan, lubang ditutup kembali dengan tanah.
Menurut hasil penelitian, penggunaan kombinasi pemupukan dapat memberikan pengaruh yang baik pada pertumbuhan dan produksi buncis tegak, berikut dapat dipilih salah satu, yaitu:
  1. menggunakan tanah + pupuk kandang sapi (1:1), atau
  2. tanah + limbah media jamur merang (1:1), atau
  3. tanah + limbah media jamur merang + pupuk kandang sapi (1:1:1), atau
  4. tanah + limbah media jamur merang + pupuk kandang sapi + arang sekam (1:1:1:1).
Pemeliharaan
  1. Penyulaman, dilakukan jika ada benih yang rusak atau tidak tumbuh, dan dilakukan sampai sekitar 7-10 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan agar jumlah tanaman per satuan luas tetap optimum sehingga target produksi dapat tercapai.
  2. Penyiangan, dilakukan dengan cara mencabut gulma dengan tangan atau menggunakan alat.
  3. Pembumbunan, bertujuan untuk menutup akar yang terbuka dan membuat pertumbuhan tanaman menjadi tegak serta kokoh. Pembumbunan dilakukan dengan cara menaikkanatau menimbunkan tanah pada pokok tanaman. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama.
  4. Pengairan, pada tahap awal dilakukan penyiraman setiap sore sampai benih tumbuh, sedangkan penyiraman selanjutnya disesuaikan dengan kondisi lahan pertanaman dan kondisi tanaman.
Pengendalian Hama dan Penyakit
  1. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit perlu diperhatikan sanitasi lahan dan drainase yang baik.
  2. Jika menggunakan pestisida, sebaiknya menggunakan jenis pestisda yang aman dan mudah terurai seperti insektisida biologi dan pestisida nabati.
  3. Dalam penggunaan pstisida harus tepat pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya.
PANEN DAN PASCAPANEN
  1. Pada kondisi pertanaman yang optimum, panen pertama tanaman buncis tipe semak/tegak dapat dipanen pada umur 60-70 hari, sedang tipe merambat umumnya memerlukan 10-20 hari lebih lama untuk dapat dipanen.
  2. Interval panen 4–5 kali panen, sehingga umur tanaman hanya tiga bulan.
  3. Panen dilakukan dengan cara dipetik tangan. Hindari penggunaan alat seperti pisau dan benda tajam lainnya karena dapat menimbulkan luka pada polong.
  4. Pemanenan dilakukan secara bertahap yaitu setiap 2-3 hari sekali dan dihentikan pada saat tanaman beumr 80 hari atau 7 kali panen.
  5. Buncis yang sudah dipanen lalu disortir dan dapat disimpan pada suhu 5-100C dan kelembaban 95%. Dengan cara ini umur kesegaran buncis dapat bertahan sampai dengan 2-4 minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *