Berikut Proses Tanam Dan Perawatan Buah Semangka yang Baik Sampai Menghasilkan Buah yang Memuaskan

Posted on

 SEKILAS SEMANGKA 

Semangka (Citrulluslanatus) merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat yang dalam bahasa Inggris disebut Water Mellon.

 Berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika, kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara seperti: Afrika Selatan, Cina, Jepang, dan Indonesia. 

Semangka termasuk dalam keluarga buah labu-labuan (Cucurbitaceae) pada daerah asalnya sangat disukai oleh manusia/binatang yang ada di benua tersebut, karena banyak mengandung air, sehingga penyebarannya menjadi cepat. 

SYARAT PERTUMBUHAN Iklim

1. Tanaman semangka merupakan salah satu tanaman hortikultura yang tahan kering.

2. Curah hujan yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.

3. Curah hujan yang terlalu tinggi dapat berakibat buruk terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu mudah terserang hama penyakit, bakal buah gugur dan pertumbuhan vegetatif panjang.

 4. Semangka memerlukan sinar matahari penuh. Kekurangan sinar matahari menyebabkan sulit berbunga dan bunganya banyak rontok, serta terjadi kemunduran waktu panen.

5. Suhu optimal yang dikehendaki tanaman berkisar 20–30oC. Kelembaban yang terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.

Proses Penanaman dan Perawatan Buah Semangka yang Baik Dengan Hasil yang Memuaskan 

1. MEDIA TANAMA

1) Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah yang cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan.

2) Keasaman tanah (pH) yang diperlukan antara 6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dengan dosis disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah tersebut.

3) Tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah porous (sarang) sehingga mudah membuang kelebihan air, tetapi tanah yang terlalu mudah membuang air kurang baik untuk ditanami semangka

2. BUDIDAYA Syarat Teknis Benih

1) Benih semangka yang baik adalah bentuk tidak keriput, tidak mengapung jika direndam.

2) Ada dua jenis benih semangka yang biasa ditanam yaitu benih semangka tidak berbiji (triploid) dan benih semangka berbiji. Benih semangka tidak berbiji umumnya mempunyai kulit biji yang sangat keras.

Pembibitan Syarat Teknis Benih

1. Benih semangka yang baik adalah bentuk tidak keriput, tidak mengapung jika direndam.

2. Ada dua jenis benih semangka yang biasa ditanam yaitu benih semangka tidak berbiji (triploid) dan benih semangka berbiji. Benih semangka tidak berbiji umumnya mempunyai kulit biji yang sangat keras

Penyiapan Benih

1. Sebelum disemai, ujung benih semangka dipotong (untuk semangkan tanpa biji) terlebih dahulu menggunakan gunting kuku, untuk mempermudah proses pertumbuhan.

2. Selanjutnya benih direndam dalam air hangat suhu 20-25oC yang telah ditambah fungisida dan bakterisida dengan konsentrasi 2 ml/l.

3. Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi. Bibit siap dikecambahkan.

Teknik Penyemaian Benih

1. Sebelum disemai, benih semangka diperam terlebih dahulu. Caranya adalah benih yang telah dikeringanginkan diletakkan di atas kain handuk, kemudian dilipat.

2. Masukkan bungkusan tersebut ke dalam kaleng atau stoples yang dilapisi pasir dan kertas koran basah. Untuk memberikan suasana hangat, kaleng diberi penerangan lampu pijar 15 watt, pada jarak 5-10 cm di atas bungkusan.

3. Pemeraman dilakukan selama 24-48 jam. Setiap 4-6 jam sekali perlu pengontrolankelembaban.

4. Jika kondisi kering, segera semprotkan air menggunakan hand sprayer kecil.

5. Benih yang telah diperam, dimasukkan ke dalam polibag kecil (ukuran 12 x 12 cm) yang telah berisi media tanam yaitu campuran tanah dan pupuk kandang (1:1) kedalaman lubang tanam 1,5 cm.

6. Setalah ditanam, lubang ditutup dengan tanah halus yang dicampur abu sekam (2:1). Kemudian polibag-polibag tersebut ditutup karung goni selama 2-3 hari.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

1. Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam.

2. Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu perkembangan bibit dicampur dengan obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali.

3. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yang telah matang dan siap ditanami benih tersebut.

Pemindahan Bibit

1. Setelah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong plastik berukuran : 12 cm x (0,2 – 0,3 )mm.

2. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air) dan diisi campuran tanah dengan pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yang sudah matang.

3. Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yang telah diolah.

Pengolahan Media Tanam Persiapan

1. Bila areal bekas kebun, perlu dibersihkan dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh.

2. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.

Pembukaan Lahan

1. Lahan yang ditanami dilakukan pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan- bongkahan yang merata.

2. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, dan juga segala jenis batuan yang ada dibuang, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan tanaman semangka yang akan ditanam di areal tersebut.

Pembentukan Bedengan

1. Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung didalam tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat.

2. Lebar bedengan tergantung teknik budidaya yang digunakan.

3. Untuk penanaman system turus, lebar bedengan adalah 100-110 m; sistem tanpa turus dengan 1 baris tanaman, lebar bedengan 200 cm; sistem tanpa turus dengan 2 baris tanaman, lebar bedengan 400 cm. Panjang bedengan maksimum 12-15 m, tinggi bedengan 30-50 cm, lebar parit 30-50 cm

Pengapuran dan Pemupukan

1. Pengapuran dilakukan Dilakukan dengan pemberian jenis kapur pertanian yang mengandung unsur Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat didalam tanah. Dengan kapur Karbonat/kapur dolomit.

2. Pemberian pupuk kandang dilakukan setelah pengapuran atau sekitar dua minggu sebelum tanam.

3. Pupuk kandang berguna untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg/bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bedengan secara merata

4. Kebutuhan pupuk kandang sekitar 12 ton/ha atau 1,5 kg/tanaman. Pemberiannya ditebar rata di atas bedengan atau ditanam dalam lubang.

Teknik Penanaman Pembuatan Lubang Tanaman

1. Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh daun + 2-3 lembar.

2. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan.

 3. Jika lahan menggunakan mulsa plastik, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yang diberi lubang- lubang disesuaikan dengan kondisi tanah bedengan yang diberi lobang. Kaleng tersebut diberi arang yang kemudian dibakar. Setelah arang menjadi bara, alat siap diganakan

Cara Penanaman

1. Penanaman bibit semangka dilakukan setelah bibit berumur 14 hari dan telah tumbuh daun 2-3 lembar.

2. Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal sampai air menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap.

3. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik.

4. Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar tidak rusak.

5. Tanam dengan tanah posisi kantong dan masukkan ke lubang yang sudah disiapkan.

6. Celah-celah lubang ditutup dengan tanah yang telah disiapkan.

7. Lubang tanaman yang tersisa ditutup dengan tanah dan disiram sedikit air agar media bibit menyatu dengan tanah disekeliling dapat bersatu tanpa tersisa.

PANEN DAN PASCAPANEN

1. Semangka dapat dipanen 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: setelah terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen).

2. Masa panen dipengaruhi cuaca, dan jenis bibit (tipe hibrida/jenis triploid, maupun jenis buah berbiji).

3. Dalam pemetikan buah yang akan dipanen sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah, untuk menjaga agar buah semangka tetap kering.

4. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.

5. Panen dapat dilakukan secara serempak. Apabila tidak bisa bersamaan dapat dilakukan 2 kali.

6. Pertama dipetik buah yang sudah tua (matang).

7. kedua, sisanya semua dipetik sekaligus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *