Proses Penanaman Jenis Sayuran Yang Langka | kacang kecipir

Posted on

SEKILAS KECIPIR 

Kecipir atau Psophocarpus tetragonolobus. Merupakan tanaman asli tropika dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kecipir termasuk termasuk dalam family Fabaceae (kacang-kacangan). Di beberapa daerah dikenal dengan nama Kacang belimbing Sumatera Utara, Sumatera Barat), Kacang embing (Palembang), Jaat (Sunda), Cipir, Kecipir (Jawa), Kelongkang (Bali), Biraro (Menado, Ternate).

Berdasarkan jenisnya tanaman kecipir dibagi kedalam 2 jenis yaitu kecipir berbunga biru dan berbunga putih. Kecipir jenis bunga putih memiliki buah lebih panjang yaitu antara 30 – 40 cm dan berbiji kecil , sedangkan kecipir bunga biru hanya memiliki panjang 15 – 20 cm, serta berbiji besar.

SYARAT  PERTUMBUHAN

Kecipir merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dari dan dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan yang kering.

BUDIDAYA Produksi benih

  1. Budidaya untuk produksi benih kecipir hampir sama seperti budidaya konsumsi, kecuali ada perlakuan yang bertujuan untuk menjaga kemurnian genetik benih yang dihasilkan, yaitu isolasi jarak dan seleksi (roguing).
  2. Kecipir termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri (self pollinated), tetapi penyerbukan silang dapat saja terjadi melalui serangga, sehingga diperlukan isolasi jarak sekitar 50 m.
  3. Seleksi (roguing) tanaman dilakukan pada fase pertumbuhan vegetatif, fase berbunga, dan fase berbuah, meliputi : keseragaman pertumbuhan, bentuk daun, warna bunga, bentuk buah, dan lain-lain.
  4. Waktu pemanenan benih kecipir sekitar 120 hari setelah semai di dataran tinggi, dicirikan polong telah berwarna coklat. Polong kecipir dipanen dengan cara dipetik.

Pengeringan dan prosesing benih

  1. Polong kecipir untuk dibenihkan dapat dipanen dalam kondisi kering di pohon atau dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kadar air biji mencapai sekitar 8.0 – 10.0%.
  2. Selanjutnya biji dikeluarkan dari polong dan harus segera dikemas. Jumlah biji dalam satu polong kecipir beragam, berkisar 5 – 17 biji.

Pengemasan dan Peyimpanan benih

  1. Benih atau biji kecipir yang telah kering dapat dikemas dalam kemasan kertas, namun akan lebih baik lagi jika menggunakan kemasan alumunium foil karena sifatnya yang kedap udara.
  2. Jika memungkinkan udara yang ada dalam kemasan alumunium foil juga dihisap keluar dengan menggunakan alat penghisap (vacuum), sehingga kadar air benih awal dapat dipertahankan.
  3. Benih yang dikemas dalam kemasan kertas harus disimpan dalam stoples kaca yang telah diberi bahan desikan, seperti  :  silica  gel;  arang;  abu  gosok,  sehingga  udara didalam stoples diharapkan tetap kering dan dapat mempertahankan kadar air benih awal.
  4. Untuk benih yang dikemas dalam kemasan alumunium foil sebaiknya juga disimpan dalam wadah stoples yang tertutup.
  5. Selanjutnya stoples disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Jika memungkinkan dapat disimpan dalam gudang benih yang suhu 180C dan kelembabannya 30%.

Persiapan lahan

Budidaya keciir tidak memerlukan pengolahan tanah yang intensif. Namun persiapan lahan yang tepat dapat menghasilkan kualitas keciir yang baik. Kecipir dapat dibudidayakan di pekarangan rumah atau pada lahan pertanian.

Penanaman

  1. Jarak tanam yang diperlukan adalah 20 cm x 20 cm dalam barisan dan diberi pupuk kandang 2 kg/lubag tanam.
  2. Kecipir merupakan tanaman yang merambat sehingga pada saat mulai keluar sulur harus disiapkan tiang bambu berbentuk teralis dengan jarak antar tiang 1.5 – 2 m, bagian tengah tiang diberi bambu atau kawat untuk merambatkan tanaman.
  3. Perbanyakan kecipir menggunakan biji. Karena kulit bijinya sangat keras, maka sebelum ditanam biasanya biji direndam dalam air hangat lalu kulitnya dipotong sedikit untuk memudahkan air meresap ke dalam biji
  4. Benih kecipir ditanam 2 benih/lubang.

Pengairan

Kecipir cocok ditanam pada akhir musim hujan, tanaman ini tidak memerlukan pengairan yang intensif.

Pemupukan

Selama periode pertanaman dilakukan tiga kali pemupukan seperti berikut :

  1. Saat tanam menggunakan pupuk kotoran kuda/domba/ayam 2 kg/tanaman dan pupuk NPK 10 g/tanaman.
  2. Pemupukan pada hari ke 30 setelah tanam gunakan pupuk NPK 10 g/tanaman
  3. Pemupukan pad hari ke 60 setelah tanam gunakan pupuk NPK 10g/tanaman

PANEN  DAN PASCAPANEN

  1. Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3,5 – 4 bulan. Keterlambatan panen dapat menyebabkan serat buah keras dan sulit untuk dijual.
  2. Polong kecipir muda dapat dipanen setelah tanaman berumur 3 sampai 4 bulan
  3. Panen biji tua dilakukan sekitar umur tanaman 4 bulan, yaitu setelah polong berwarna kecoklatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *