Berikut Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman Secara Hidroponik

Posted on

Jumpa lagi bersama kami di blog www.caramantap.com
 yang akan membagikan pengetahuan seputar dunia pertanian berikut ulasannya;

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN TANAMAN SECARA HIDROPONIK

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang ditanam secara Hidroponik pada dasarnya sama dengan tanaman yang ditanam dengan teknik lainnya. Perbedaannya pada cara penanganan kebutuhan faktor-faktor tersebut agar pertumbuhan tanaman dapat maksimal.Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara Hidroponik dapat dibedakan menjadi faktor primer dan faktor sekunder. Faktor primer meliputi air baku, mineral dan nutrisi/pupuk, media tanam dan bibit. Sedangkan faktor sekunder (lingkungan), meliputi cahaya, oksigen, suhu, kelembaban, curah hujan dan angin. Berikut ini faktor-faktor primer pertumbuhan tanaman secara hidroponik:



1. Air baku

Air yang digunakan pada tanaman hidroponik minimal harus bersih, tidak mengandung kotoran,sampah atau lumpur. Air yang belum dicampur dengan nutrisi/pupuk Hidroponik disebut dengan Air Baku. Air baku yang digunakan tidak boleh mengandung Chlor atau zat pencemar lainnya.Air baku yang

digunakan pada Hidroponik bagusnya memiliki PPM dibawah

100 PPM (Part per Milion). Air baku yang masih dapat digunakan tidak boleh melebihi 150 PPM.

Ukuran PPM ini menggunakan alat khusus yakni TDS meter. Air baku bisa berupa air tanah, air sumur, air AC, dan air hujan.Air hujan biasanya memiliki kualitas baik dengan EC/PPM rendah. Namun sebelum digunakan, sebaiknya disaring dulu karena dikhawatirkan banyak kotoran dari atap/genting yang masuk terbawa ke penampungan.

2. Mineral dan Nutrisi/Pupuk

Pupuk untuk tanaman Hidroponik disebut dengan nutrisi dalam bentuk larutan hara (mineral dalam air).Pemberian larutan hara yang teratur sangatlah penting pada hidroponik, karena media hanya berfungsi sebagai penopang tanaman dan sarana meneruskan larutan atau air yang berlebihan.Hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman.

Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman.Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan

garam-garam pupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara, pemilihannya biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut (Lihat Bab V).

3. Media Tanam

Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Lihat Bab II). Media yang baik membuat unsur hara tetap tersedia, kelembaban terjamin dan drainase baik. Media yang digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman.

Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain pasir, kerikil, pecahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh akan mempengaruhi sifat lingkungan media. Tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain, sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media.

Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, dan telah banyak digunakan sabagai media tanam secara     komersial      pada      sistem      hidroponik. Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 yaitu 52% dan C sebanyak 31%. Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta bahan organik. Karakteristik lain adalah sangat ringan, kasar

sehingga sirkulasi udara tinggi karena banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, pH tinggi (8.5 – 9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma.

4. Oksigen

Di dalam hidroponik, tanaman memerlukan oksigen untuk pengambilan nutrisi oleh akar. Keberadaan Oksigen dalam sistem hidroponik sangat penting. Rendahnya oksigen menyebabkan permeabilitas membran sel menurun, sehingga dinding sel makin sulit untuk ditembus, Akibatnya tanaman akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman akan layu pada kondisi tanah yang tergenang. Tingkat oksigen di dalam pori-pori media mempengaruhi perkembangan rambut akar.

Penting sekali menjaga oksigen dalam air nutrisi tetap banyak. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) pada larutan nutrisi/pupuk hidroponik harus diusahakan tersedia dalam jumlah yang cukup. Kadar oksigen terlarut harus di atas 6 ppm. Untuk mengetahui tingkat DO menggunakan alat DO meter. Air yang diam akan menyulitkan akar untuk mengambil nutrisi. Jika menggunakan dengan hidroponik sistem wick atau genang, harus sering aduk larutan nutrisi setiap hari (minimal tiap pagi dan sore) agar nutrisi tidak mengendap dan meningkatkan kandungan oksigen di dalamnya.

Pemberian oksigen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air)dengan menggunakan pompa aquarium + batu udara (air stone), penggantian larutan hara yang berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat.Jika menggunakan Greenhouse, harus membuat ventilasi yang baik dan memadai agar ada pergantian Udara.Cara sederhana menciptakan lebih banyak oksigen terlarut dengan mengaduk larutan nutrisi menggunakan tangan atau alat.

5. Pembibitan

Faktor pembibitan juga berpengaruh pada metode sistem tanam hidroponik. Bibit tanaman yang baik dapat tumbuh optimal pada media hidroponik sementara jika kualitas bibit buruk maka tanaman yang di hasilkan juga tidak berkualitas baik. Usahakan melakukan penyemaian dengan baik sebelum proses penanaman dan pindahkan bibit tanaman pada media hidroponik dengan cara yang benar.

Berikut ini faktor-faktor sekunder (pendukung) pertumbuhan tanaman secara hidroponik:

1. Suhu/Temperatur

Temperatur/suhu optimal untuk lingkungan maupun suhu larutan nutrisi Hidroponik ini akan berbeda untuk setiap jenis tanaman. Tanaman memerlukan suhu optimal untuk

pertumbuhannnya. Pada umumnya, tanaman membutuhkan suhu larutan nutrisi Hidroponik di atas 18/20 derajat Celsius dan di bawah 28 derajat Celsius. Suhu yang cukup tinggi pada larutan nutrisi dapat menyebabkan tingkat (DO) Oksigen terlarut menurun bahkan bisa tidak tersedia jika suhu larutan cukup panas.

Suhu tinggi pada larutan nutrisi secara signifikan akan menghambat pertumbuhan tanaman. Suhu tinggi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan lebih cepat seperti pada tanaman tertentu menjadi (Bolting ). Pada temperatur/suhu tinggi, reaksi kimia berjalan cepat sehingga proses fisiologi di dalam tanaman akan terganggu.Selain pertumbuhan kurang baik dapat menjadikan rasa sayuran menjadi pahit seperti pada Selada.

Di dataran rendah, temperatur udara biasanya tinggi sehingga sayuran terlampau cepat mencapai dewasa dan berbunga. Sedang pada temperatur rendah, reaksi kimia berjalan lambat, tetapi tanaman mempunyai keleluasaan waktu untuk membentuk sel, jaringan, dan organ. Dengan demikian produktifitas tanaman menjadi tinggi dengan kualitas yang baik.Untuk menurunkan suhu pada lingkungan tanaman Hidroponik dapat menggunakan Paranet untuk menaungi tanaman. Pada Greenhouse dapat dipasangi AC untuk menciptakan suhu lingkungan yang cukup baik.

2. Cahaya

Metode dan sistem hidroponik memungkinkan tanaman untuk tumbuh di dalam ruangan dan tidak terkena cahaya matahari langsung, meskipun demikian tanaman yang tumbuh indoor atau di dalam ruangan tetap harus di perhatikan kebutuhan cahayanya.Kebutuhan cahaya tanaman, dapat dipenuhi dengan meletakan tanaman dalam ruangan yang memiliki jendela yang besar atau lampu LED,HID maupun fluoresens yang interaksinya diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Selama masa pertumbuhan tanaman memerlukan cahaya terutama untuk proses fotosintesis.Energi cahaya matahari diikat menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis dan menghasilkan karbohidrat. Karbohidrat merupakan bahan utama pembentukan protein, sedangkan protein akan digunakan untuk membuat sel, jaringan, dan organ.Energi yang diterima tanaman pada pagi dan sore hari tidaklah sama. Pada pagi hari belum banyak cahaya yang diterima tanaman sehingga proses fotosintesis juga belum optimal. Begitu pula mulai sore hari matahari mulai meredup dan intensitas cahaya berkurang sehingga fotosintesis pun menurun.Tanaman yang kurang cahaya sinar matahari, pertumbuhannya akan menjadi kurang optimal. Kebutuhan tanaman akan cahaya dimulai sejak perkecambahan untuk menghindari terjadinya etiolasi.

3. Kelembaban

Kelembapan merupakan presentase kandungan air di udara pada temperatur tertentu. Salah satu faktor keberhasilan hidroponik ialah kelembaban, kondisi Relative humidity (RH) yang optimal untuk budidaya tanaman hidroponik ialah sekitar RH 70%, untuk RH diatas 70% kelembaban dianggap terlampau tinggi sehingga evapo-transpirasi dan daya serap akar tanaman untuk mendapatkan hara bekurang. Sedangkan jika kelembapan dibawah 70% maka evapo-transpirasi terlampau cepat dan tidak dapat diimbangi dengan pengadaan air oleh akar sehingga tanaman akan layu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *