BERIKUT JENIS-JENIS TANAMAN SAYURAN BUAH DAN CARA TANAM YANG DIKEMBANGKAN SECARA HIDROPONIK

Posted on

JENIS-JENIS TANAMAN SAYURAN BUAH DAN CARA TANAM YANG DIKEMBANGKAN SECARA HIDROPONIK

TANAMAN SAYURAN BUAH

1. Tanaman Paprika

Paprika merupakan tanaman hortikultura berjenis sayuran yang mudah dan cepat mengalami pertumbuhan. Di Indonesia, paprika hanya dikonsumsi oleh sebagian orang saja. Penggunaan paprika biasanya untuk menyedapkan rasa

makanan atau bahan dasar pada masakan-masakan luar negeri berbasis sayuran.

2. Tanaman Cabai

Tanaman sayuran cabai banyak dijumpai di Indonesia. Sayuran cabai selain dibudidayakan secara konvensional, ternyata dapat ditanam melalui hidroponik 

Berikut cara-cara menanam hidroponik tanaman cabai :

1. Persiapan Benih Cabai
Benih merupakan faktor utama keberhasilan menanam cabai. Cabai yang dipilih untuk diambil bijinya yang akan dijadikan benih, pertama cabai dikering anginkan. Setelah kering diambil bijinya dan masukkan ke dalam air, biji yang tenggelam untuk dijadikan benih.

2. Penyemaian Benih Cabe
Penyemaian cabai untuk ditanam dengan metode hidroponik sama prosesnya dengan penyemaian cabai yang menggunakan media tanah. Tahapan penyemaian, adalah setelah biji direndam biji dibungkus dengan kain kasa selama satu hari, setelah kecambah muncul benih ditabur pada media sekam bakar, dan semaian ini diletakkan pada tempat yang tidak kena matahari langsung.
 
3. Transplanting Tanaman Hidroponik Cabe
Transplanting cabai pada sistem hidroponik dilakukan setelah daun semu menjadi daun sejati sebanyak 4 – 5 helai daun atau bibit cabai berumur 21-24 hari. Bibit harus diletakkan pada tempat yang teduh, selama kurang lebih 5 sampai 7 hari.

4. Media tanam
Sebelumnya telah disiapkan wadah berupa pot atau polibag, yang telah berisi media tanam dapat berupa sekam bakar yang telah dicampur dengan hidroton, zeloit, pecahan kerikil, pecahan genting, atau hanya sekam bakar. Bertanam cabai secara hidroponik dapat menggunakan wick, deep water culture atau sistem yang lain.
5. Perawatan dan Pemberian Nutrisi Hidroponik
Perawatan tanaman yang meliputi pemasangan ajir, pemangkasan tunas dan pengecekan serta pemberian nutrisi. Nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik merupakan faktor terpenting dalam cara menanam hidroponik. Nutrisi hidroponik sebagian besar berisi campuran NPK yang terdiri dari nitrogen, fosfor, dan kalium.
6. Panen
Cabai yang ditanam secara hidroponik mempunyai masa panen 80 sampai 90 hari. Ciri cabaiyang siap dipanen adalah mulai muncul warna merah dan garis hijau yang sudah memudar.
 
3. Tanaman Tomat Cherry
Tomat Cherry merupakan salah satu jenis varietas terbaru dari tanaman tomat yang cukup diminati. Nilai ekonomis tomat cherry lebih tinggi dibandingkan tomat biasa. Budidaya tanaman tomat cherry masih cukup terbuka lebar untuk dijadikan sebagai peluang usaha. Tomat cherry jika dibudidayakan secara hidroponik produktifitas 2 kali lebih besar dinadingka secara konvensional.Dari berbagai sistem hidroponik yang ada, fertigasi menjadi salah satu pilihan yang tepat yang dipilih sebagai sistem hidroponik dalam budidaya tomat Cherry

Tahapan-tahapan budidaya tomat cherry sistem hidroponik:
1. Pemilihan benih
 
Tahap pertama dalam budidaya yang paling penting tentunya adalah memilih dan menyiapkan benih tanaman yang akan dibudidayakan.
2. Penyemaian benih
Penyemaian benih menggunakan rockwool, sebelum disemai benih direndam dalam air. Benih yang digunakan hanya yang terendam. Rockwool disusun dalam tray, kemudian dibuat lubang tanam dengan menggunakan tusuk gigi. Lalu biji disemai, tray yang telah berisi rockwool + biji ditutup dengan kertas koran dan diletakkan di dalam ruangan. Setelah 4 sampai 5 hari koran dibuka dan tray diletakkan di luar ruangan (dapat cahaya matahari).
3. Menyiapkan Media
Sambil menunggu bibit siap ditanam, sebaiknya telah menyiapkan instalasi hidroponik sistem fertigasi. Sehingga ketika bibit siap dan media tanam siap dapat segerla dilakukan penanaman.
4. Menanam Bibit
Setelah bibit berumur 1 bulan setelah tanam atau bibit telah mencapai tinggi 15 cm. Maka bibit dipindahkan kedalam media tanam yang lebih besar.
5. Perawatan dan Pemeliharaan
Perawatan dan pemeliharaan harus dilakukan secara intensif, meliputi penyiraman, pemberian larutan nutrisi, sanitasi lingkungan, pemangkasan, pemasangan tali rambatan dan pengendalian hama dan penyakit.
Penyiraman dilakukan setiap 2 hari sekali secara otomatis, akan tetapi perlu disesuaikan. dengan cuaca dan kondisi. Jika sangat terik maka pompa pada instalasi sprikler agak sering dibuka, sebab media arang sekam tidak memiliki kemampuan
menyimpan air. 
Pemberian Larutan Nutrisiharus diberikan setiap hari untuk memacu pertumbuhan dan produktifitas yang optimal.
Setiap 3 hari sekali larutan nutrisi didalam tandon diganti.Sebaiknya membuat larutan nutrisi sesuai dengan kebutuhan. Sanitasi lingkungan juga amat penting diperhatikan, sebab hal ini akan membantu tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit. Tindakan perawatan selanjutnya, adalah pemangkasan dengan tujuan untuk mengefisienkan pertumbuhan dan mempercepat proses pembuahan.
Bagian yang dipangkas adalah cabang-cabang yang tidak produktif. Mengingat tomat cherry dapat mencapai ukuran tinggi maksimal hingga 3 meter bahkan lebih. Maka agar tanaman tidak mudah rebah saat di terpa angin sangat perlu dipasang lanjaran atau ajir. Dalam sistem budidaya hidroponik ajir yang digunakan terbuat dari benang nilon. 
Yang dikaitkan pada bagian atap bangunan kemudian bagian bawahnya ditali kekayu yang ditancapkan ke media tanam. Ini merupakan upaya untuk merapikan bentuk tanaman dan menguatkan tanaman agar tidak mudah rebah. Penanggulangan hama dan penyakit dilakukam dengan cara menyemprotkan cairan pestisida dan fungisida secara teratur, sebaiknya digunakan senyawa organik. Dosis yang digunakan
 
ialah dosis anjuran, minimal penyemprotan dilakukan setiap satu minggu sekali dan dihentikan saat tanaman akan mulai dipanen.
6. Panen
Pada umur 2-3 bulan maka tomat cherry sudah menghasilkan buah dan dapat dipanen. Pemanenan dilakukan saat buah telah memcapai ukuran maksimal dan warna buah telah kuning kemerahan.

4. Tanaman Mentimun
Mentimun merupakan salah satu jenis tanaman yang cocok ditanam secara hidroponik karena ukuran tanaman yang merambat namun tidak terlalu besar, salah contoh timun jepang. Dengan hidroponik, mentimun bisa dibudidayakan bahkan dalam lahan yang sempit 

Cara Menanam Budidaya Timun Jepang Secara Hidroponik:

1. Persiapan Benih
Persiapan benih dengan merendam benih selama 2 jam, benih yang dipilih adalah benih yang tenggelam.

2. Persemaian Benih
Persemain benih menggunakan rockwool, rockwool tersebut dapat dipotong maupun digunakan secara utuh. Potongan rockwool dapat dimasukkan ke gelas bekas, botol plastik atau media semai lainnya. Sedangkan yang masih utuh dapat dimasukkan ke dalam baki semai.
Sebelum digunakan, rockwool dibasahi dengan air bersih, kemudian dikering anginkan agar kandungan air yang tersimpan tidak berlebihan.
Setelah itu, dibuat lubang sebesar biji dengan menggunakan pinset, kemudian biji dimasukkan ke dalam lubang tersebut lalu ditutup sedikit dengan rockwool tersebut. Kemudian, persemaian tersebut diletakkan di tempat yang sejuk dengan menutup lapisan rockwool dengan plastik hitam agar kelembabannya terjaga atau membiarkannya terbuka tapi melakukan penyiraman dengan rutin.
Jika bibit sudah memiliki 3-4 tunas dan mencapai tinggi sekitar 3 cm maka bibit sudah bisa di pindahkan dari media semai ke media penanaman.
3. Persiapan Media Tanam
Media tanam yang dapat digunakan untuk menanam timun jepang secara hidroponik diantaranya gambut, arang sekam, pasir maupun gambus dan berbagai media tanam yang
 
lain sesuai dengan jenis teknik pemilihan hidroponik yang akan digunakan. Namun media tanam yang umum digunakan untuk hidroponik adalah arang sekam.

4. Penanaman

Bibit yang ditanam telah memiliki akar dan bertunas. Kemudian bibit ditanam ke dalam pot plastik kecil yang telah berisi media tanam.Setelah penanaman, pot plastik kecil tersebut dimasukkan kembali ke dalam pipa paralon yang telah di lubangi sebelumnya.
5. Pemeliharaan
Apabila ada tanaman yang tumbuh tidak optimal setelah melewati 14 hari masa penanaman, segera lakukan penyulaman dengan menggantinya dengan bibit yang baru. Penyiraman dilakukan dengan metode tetes, namun penyiraman tersebut tidak boleh terlalu sering. Pemberian pupuk cair nutrisi hidroponik yang sebelumnya di larutkan dengan air bersih ke dalam lubang pipa paralon. Pengecekan nutirisi dilakukan secara rutin. Pemliharaan yang lain, juga dilakukan pengendalian hama dan penyakit serta pemasangan ajir.
6. Panen

Timun Jepang yang akan dipanen bila telah mencapai ukuran buah panjang lebih kurang 11 cm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *