Caramantap

Perbedaan Bisindo dan Sibi di Indonesia

×

Perbedaan Bisindo dan Sibi di Indonesia

Share this article

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak keanekaragaman budaya. Salah satu keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia adalah Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Keduanya adalah bentuk bahasa isyarat yang digunakan oleh masyarakat tunarungu atau tunarungu-wicara. Meskipun keduanya terlihat mirip, tetapi sebenarnya ada perbedaan antara Bisindo dan Sibi.

1. Sejarah

Perbedaan pertama antara Bisindo dan Sibi adalah sejarahnya. Bisindo pertama kali diperkenalkan pada tahun 1981 oleh Yayasan Peduli Warga Tuna Rungu (YPWTR) di Jakarta. Sementara itu, Sibi pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 oleh Tim Penyusun Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (TIPSIBI) yang merupakan bagian dari Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Bahasa

Bahasa yang digunakan juga menjadi perbedaan antara Bisindo dan Sibi. Bisindo menggunakan bahasa isyarat internasional (ISL) dan bahasa Indonesia, sedangkan Sibi hanya menggunakan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, Sibi lebih mudah dipahami oleh masyarakat tunarungu yang tidak menguasai bahasa isyarat internasional.

3. Kosakata

Kosakata yang digunakan dalam Bisindo dan Sibi juga berbeda. Bisindo memiliki kosakata yang lebih banyak dan lebih beragam dibandingkan dengan Sibi. Hal ini karena Bisindo menggunakan bahasa isyarat internasional sebagai dasar pembentukan kosakata.

Pos Terkait:  Mengapa Evaluasi Harus Dilakukan Secara Berkesinambungan

4. Tanda Baca

Tanda baca juga menjadi perbedaan antara Bisindo dan Sibi. Bisindo menggunakan tanda baca yang sama dengan bahasa Indonesia, sedangkan Sibi menggunakan tanda baca yang khusus untuk bahasa isyarat.

5. Penggunaan

Penggunaan Bisindo dan Sibi juga berbeda. Bisindo digunakan di seluruh Indonesia, sedangkan Sibi hanya digunakan di beberapa wilayah tertentu seperti di Kota Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, Bisindo lebih sering digunakan dalam kegiatan komunikasi antar tunarungu dari berbagai daerah, sedangkan Sibi lebih sering digunakan dalam kegiatan komunikasi di lingkungan sekolah bagi siswa tunarungu.

6. Pengajaran

Pengajaran Bisindo dan Sibi juga berbeda. Bisindo diajarkan secara formal di lembaga pendidikan khusus dan juga di lembaga swadaya masyarakat. Sementara itu, Sibi diajarkan secara informal di lingkungan sekolah bagi siswa tunarungu.

7. Kesimpulan

Meskipun Bisindo dan Sibi terlihat mirip, tetapi sebenarnya terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaan-perbedaan tersebut mencakup sejarah, bahasa, kosakata, tanda baca, penggunaan, dan pengajaran. Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang hidup di Indonesia, kita harus menghargai keberagaman budaya yang ada dan mempelajari bahasa isyarat untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat tunarungu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close